Selasa, 24 Maret 2015

drama cita-cita

Usaha keras pasti akan membuahkan hasil
 Setelah pemakaman orang tua Hendro yang baru saja meninggal karena kecelakaan tabrak lari, Hendro pulang ke rumah ditemani oleh Paman dan sepupunya Andi.
Paman : Paman ikut sedih atas musibah yang kamu alami, selanjutnya apa rencanamu?
Hendro : Belum tau, Paman. Tapi saya masih ingin kuliah.
Tiba-tiba Andi menyela ucapan Hendro.
Andi : Apa? Kuliah? Memangnya kamu punya duit? Daripada bermimpi mendingan kamu ikut kerja ternak bebek saja di tempat Pak Imron. Hasilnya lumayan, Ndro!
Paman : Andi benar, tidak usah mikir kuliah lagi, yang penting gimana caranya kamu bisa makan tiga kali dan bertahan hidup.
Hendro : Tidak Paman, gimanapun caranya saya akan berusaha untuk kuliah lagi.
Paman : Ya sudah, terserah kalau kamu masih ingin terus bermimpi. Kalau besok kamu mau, kamu ikut kami ke peternakan bebek Pak Imron, nanti biar Paman yang bilang ke beliau kamu mau ikut kerja juga ngurus bebeknya.
Andi : (sambil tersenyum mengejek) siapa tau jadi juragan bebek terus bisa kuliah.
Hendro : Iya, Paman, saya ikut besok pagi.
Ternyata Bapak Imron adalah Ayah dari Ibu Suci, guru matematika Imron ketika masih di bangku SMA. Suatu sore mereka bertemu, dan Ibu Suci mengajak Hendro bicara untuk mengetahui kabarnya.
Suci : Gimana, Ndro? Sudah berapa hari kerja?
Hendro : Sudah seminggu ini, Bu.
Suci : Oh, gitu. Kamu kan anak pintar dan selalu jadi juara, kenapa tidak melanjutkan kuliah?
Hendro : Maunya juga gitu, Bu. Tapi sekarang saya hidup sendiri, bisa makan saja sudah bersyukur. Tapi saya tetap ingin kuliah, Bu. Uang hasil kerja di sini juga saya tabung sedikit-sedikit.
Suci : Mau sampai kapan nabungnya? Kenapa nggak coba cari beasiswa?
Hendro : Memang ada beasiswa yang benar-benar gratis? Saya dengar beasiswa cuma untuk membantu bukannya gratis.
Ibu Suci tertawa mendengar ucapan polos Hendro
Suci : Siapa bilang? Beasiswa yang gratis..tis..tis ada. Jadi kamu Cuma modal diri aja. Sudah, besok siang kamu temui saya di sekolah, ada beberapa brosur beasiswa, siapa tau kamu bisa lolos.
Hendro : Wah, terimakasih banyak, Bu! Besok saya ke sana, pasti ke sana.
Keesokan harinya Hendro pergi menemui Bu Suci saat jam istirahat kerja. Mereka berdua berjalan menuju kantin untuk membicarakan soal beasiswa.
Suci : Ini, Ndro. Ibu punya beberapa brosur beasiswa yang bisa kamu pilih. Ada juga yang ke luar negeri,lho. Amerika, Belgia…
Hendro : Luar negeri, Bu? Apa mungkin saya ke luar negeri? Bisa kuliah di Indonesia saja sudah senang, Bu.
Suci : Kenapa tidak, ibu dengar nilai bahasa inggrismu dulu baik, kamu juga pernah menang lomba pidato bahasa Inggris mengalahkan kakak kelasmu dulu. Jadi kenapa ragu? Kalau ibu jadi kamu, ibu akan coba beasiswa ke luar negerinya.
Hendro : Biayanya gimana, Bu?
Suci : Coba kamu baca brosur itu baik-baik.
Hendro : (mengeja) mahasiswa yang diterima akan dibiayai penuh oleh …. Dibiayai penuh? Gratis, Bu?
Suci : Iya, gratis! Jadi tidak perlu pecah tabunganmu.
Hendro : (tersenyum malu) iya, Bu, akan saya coba. Pasti akan saya coba.
Suci : Ya sudah, jangan terlalu banyak bicara, baksonya hampir dingin, ayo dimakan terus kembali lagi kerja.
Hendro : Siap, Bu!
Karena Hendro anak yang cerdas, ia mendapatkan salah satu beasiswa tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Hendro akan kuliah di Amerika selama 2 tahun.
Paman : Sudah kamu siapkan semua, Ndro? 
Hendro : Sudah, Paman. Saya titip rumah, ya, Paman. 
Paman : Iya, Ndro. Tenang saja, nanti Paman akan suruh saudara kita tinggal dan menjaga rumahmu ini. kamu belajar yang baik di sana. Paman bangga sama kamu.
Andi yang sempat meremehkan Hendro merasa menyesal pernah mengejeknya dulu
Andi : Ternyata kamu nggak mimpi, Ndro. Malah ke Amrik lagi! Kamu hebat. Maaf ya kemarin aku sempat ngejek kamu.
Hendro : Nggak papa, kalau kamu mau kamu juga bisa. Awalnya mimpi, tapi kalau kita berusaha bisa jadi kenyataan!
Andi : Aku juga mau kayak kamu, tapi aku pengen punya peternakan bebek yang besaaaaaar seperti punya Pak Imron.
Ketiganya pun tertawa mendengar celotehan Andi
Paman : Bisa saja, nanti Bapak bisa makan bebek tiap hari ya, Ndro.
Andi : Ide bagus, nanti kalau kamu sukses, kita jual bebeknya ke Amerika juga.
Hendro : (sambil tertawa).. boleh..boleh….
Mereka bertiga larut dalam obrolan hingga tengah malam. Keesokan harinya Paman mengantar hendro ke bandara. Dari sanalah Hendro mulai mewujudkan apa cita-citanya selama ini.
Kisah di atas merupakan contoh naskah drama tentang cita-cita. Naskah tidak terlalu panjang namun bisa memberikan semua informasi dan pelajaran yang ingin kita sampaikan pada calon pemirsanya nanti. Perhatikan juga setiap alur agar tetap menjadi satu kesatuan cerita yang utuh. Selanjutnya, pilihlah pemain drama yang memang bisa memainkan drama tersebut dengan baik.


2 komentar:

  1. Bingung mau ngapain? mendingan main games online bareng aku?
    cuman DP 20rbu aja kamu bisa dapatkan puluhan juta rupiah lohh?
    kamu bisa dapatkan promo promo yang lagi Hitzz
    yuu buruan segera daftarkan diri kamu
    Hanya di dewalotto
    Link alternatif : dewa-lotto.name

    BalasHapus
  2. What is the Best Sports toto Sports Tournaments? - Sporting 100
    1. Kentucky Derby. 1. 1. 1. Kentucky Derby. 1. 1. 오래된 토토 사이트 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1. 1

    BalasHapus